photo ppcopy-1.png
Showing posts with label Haruma Miura. Show all posts
Showing posts with label Haruma Miura. Show all posts

Saturday, October 1, 2011

Dorama : Taisetsu Na Koto Wa Subete Kimi Ga Oshiete Kureta (2011)


    Title: 大切なことはすべて君が教えてくれた
    Title (English): I Learned All the Important Things from You
    Genre: Romance, school
    Episodes: 10
    Viewership rating: 11.4 (Kanto)
    Broadcast network: Fuji TV
    Broadcast period: 2011-Jan-17 to 2011-Mar-28
    Air time: Monday 21:00
    Theme song (ending): EXIT by Porno Graffitti

    Cast:      Miura Haruma as Kashiwagi Shuji
                  Toda Erika as Uemura Natsumi
                  Takei Emi as Saeki Hikari


Skor : 8/10
Judulnya emang panjang, susah diingat, tapi maknanya, ehem..ehm...ngena. Dorama ini dibintangi, aktor Jepang nomor 1 di list ku, Haruma Miura, dan agak berat jalan ceritanya, tapi gak panjang-panjang kayak judul dorama ini. Taisetsu Na Koto Wa Subete Kimi Ga Oshiete Kureta bercerita tentang dua orang guru muda di SMA Meiryo, Natsumi Uemura (Erika Toda, pemeran Misa Amane di Death Note) dan Shuji Kashiwagi (Haruma Miura), yang sudah bertunangan dan sedang mempersiapkan pernikahan mereka. Natsumi mengajar pelajaran Bahasa Inggris di kelas 1, sedangkan Shuji mengajar Biologi di kelas 2. Mereka berdua merupakan guru teladan dan populer di sekolah. Natsumi dikenal sebagai guru yang bright dan selalu positif. Dia juga pembimbing klub basket. Shuji sebagai guru yang tampan dan baik, banyak yang meneladaninya. Dia juga beberapa kali membantu mengatasi masalah murid-muridnya.

Namun perjalanan menuju pernikahan ternyata menemui banyak hambatan. Pada pagi hari pertama tahun ajaran baru, ketika terbangun dari tidurnya, Shuji kaget, karena dia mendapati seorang wanita tanpa pakaian, sedang tidur di kasurnya. Shuji lupa apa yang terjadi semalam. Ia tidak bisa mengingat kejadian malam sebelumnya. Karena terburu-buru berangkat ke sekolah, akhirnya Shuji hanya menitipkan kunci apartemennya kepada wanita itu, dan memintanya meletakkan di kotak surat.

Sampai di kelas, saat setelah mengabsen muridnya, ternyata ada 2 siswi yang tidak masuk. Namun sebelum kelas dibubarkan untuk mengikuti upacara tahun ajaran baru, ternyata salah seorang siswi yang absen tadi datang. Ia adalah Hikari Saeki (Emi Taeki). Ketika Shuji semua murid menuju tempat upacara, tersisalah Shuji dan Saeki. Dan Saeki menunjukkan kunci apartemen milik Shuji. Ternyata wanita tadi adalah Saeki! 'o'-- Shuji shock! Love triangle is starting!

Berkat Saeki, rencana pernikahan Shuji dan Natsumi berantakan dan diambang batal. Shuji terkena skandal dengan Saeki, dan itu menghancurkan kariernya sebagai seorang guru, karena kasus berhubungan seks dengan muridnya sendiri. Belum lagi masalah dengan kakaknya.

Shuji tidak mau terlalu terbuka pada Natsumi. Natsumi bingung apa yang sebenarnya terjadi. Apakah memang dengan mudahnya Shuji tidur dengan orang lain? Natsumi tahu bahwa Shuji bukanlah orang yang seperti itu. Pasti ada sesuatu.

Shuji akhirnya terkena sanksi tidak boleh mengajar selama 6 bulan dan memutuskan hubungannya dengan Natsumi. Shuji lebih memilih membantu Saeki keluar dari masalahnya.

Selama 6 bulan skorsing, tenyata Natsumi hamil anaknya Shuji. Natsumi merahasiakannya dari Shuji, dan memilih menjadi single parent. Walaupun Shuji dan pihak sekolah akhirnya tahu, Natsumi tetap kekeuh pada keinginannya itu.

Jadi ngeri yah... Banyak cerita yang bertema lika-liku perjalanan menuju pernikahan. Ada yang akhirnya menikah, banyak juga yang akhirnya berpisah...Ehmm, tapi dibandingkan dengan tema lika-liku perjalanan munuju pernikahan, Taisetsu Na Koto Wa Subete Kimi Ga Oshiete Kureta lebih mengarah ke tema 'akibat melakukan hubungan seksual sebelum nikah', apalagi dengan orang lain. Tidak hanya kasus Shuji, Natsumi dan Seika saja yang bertema sex before married, namun juga kasus muridnya Shuji yang akhirnya justru menyadarkan Shuji. Murid itu berkata bahwa orang dewasa yang tidak dapat dipercaya dan berbuat salah adalah contoh yang baik, sehingga kelak dia tidak akan melakukan kesalahan yang sama dan menjadi lebih baik.

Pada Taisetsu Na Koto Wa Subete Kimi Ga Oshiete Kureta, karakter Shuji yang diperankan Haruma Miura. Berbeda dengan karakter Miura di film sebelumnya, Shota Kazehaya (Kimi Ni Todoke) yang penuh kesegaran jiwa muda, di Taisetsu Na Koto Wa Subete Kimi Ga Oshiete Kureta, Miura terlihat jauh lebih dewasa dan cocok memerankan sosok guru yang baik. Walaupun sama-sama baik dan dia berusaha keras jadi guru yang baik juga, tapi karakter Shuji sering bikin kesal! Suka gak tegas, butuh dipanasin dulu baru bisa tegas, butuh dibimbing. Pokoknya kalau ada preman yang ngehajar dia, dia pasti langsung tepar. Tapi dia bertanggung jawab sih... Shuji juga bukan orang yang akan mengutarakan sesuatu sebelum dia pasti dan yakin akan keputusannya. Nah, Miura bisa banget membawain karakternya! lagi-lagi aku dibuat terharu, saking bagusnya dengan akting cowok satu ini. Apalagi Miura membawakan dengan apik transformasi kedewasaan Shuji. Erika Toda juga keren banget meranin Natsumi, wanita tegar, dewasa dan baik ini... Ketika Natsumi dilema, ketika dia lemah, ketika dia harus tegar lebih dari yang dia kira, Toda menampilkannya dengan pas. Sedangkan Emi Takei berhasil memenangkan penghargaan lewat perannya di dorama ini :') . Oh, ya Emi Takei akan berperan sebagai Kouru, ceweknya Kenshin dalam Rouroni Kenshin atau Samurai X yang akan dirilis tahun 2012.

Taisetsu Na Koto Wa Subete Kimi Ga Oshiete Kureta merupakan kisah yang menyentuh, tentang pilihan hati, kepercayaan dan takdir, ehem..ehem... Intinya, ceritanya bagus, banyak makna tentang kehidupan terutama bagaimana kita menyikapi kesalahan yang ada dan mempertanggungjawabkannya, banyak kata-kata penyemangat hidup yang kita dapat di dorama ini. Lalu sudut pengambilan gambar dan kualitas gambarnya keren khas jepang, terlihat kayak film dari pada dorama, yang pasti lebih bagus dari pada serial korea. Backsound banyak dihiasi oleh lagu-lagu milik P!nk, seperti Fun House, Stupid Girl dan Mr. President, entah kenapa terasa cocok banget, jadi match dan berasa chemistry nya. Akting pemerannya bagus, tak hanya pemeran utama, pemain lainnya pun juga bagus, plus endingnya yang keren... Setiap menonton satu episode, bikin gak sabar untuk menonton episode berikutnya. Selain lagu-lagu milik P!nk yang mendukung tiap adegan, manga Slam Dunk pun sering menghiasi dorama ini.

Ada beberapa quotes yang bagus. Salah satunya adalah 'berhubungan seks membuat hidup seseorang berubah'... Jadi jauhi free sex!

Awal tertarik nonton dorama ini karena ada Haruma Miura 'o'

Monday, September 19, 2011

Live Action : Kimi ni Todoke The Movie (2010)


  • Movie: From Me to Yo, Reaching You
  • Japanese: 君に届け
  • Director: Naoto Kumazawa
  • Writer: Karuho Shiina (manga), Rika Nezu, Naoto Kumazawa
  • Producer: Takahiro Sato
  • Release Date: September 25, 2010
  • Runtime: 128min.
  • Production Company: NTV, Toho
  • Distributor: Toho
  • Language: Japanese
  • Country: Japan
 Skor : 7.5/10
Bagi pecinta shoujo manga, pasti gak ada yang gak tau manga Kimi ni Todoke, yang dalam versi Inggris nya disebut Reaching You atau From Me To You. Ceritanya memang bagus dan menurut ku, salah satu manga yang natural. Gak lebay-lebay. Tokoh utama cowoknya, Shota Kazehaya, bukan tipe yang terlalu sempurna, yang gak mungkin ditemukan di bumi ini. Real dan natural, cowok ganteng, baik, gampang disukai banyak orang, keren, ga macem-macem dalam artian dandanan dan gaya busananya, membawa suasana bahagia 'menyegarkan', berwibawa. Pokoknya cowok wanna be banget, tapi gak lebay! Sedangkan tokoh utama ceweknya, Sawako Kuronuma, cewek manis biasa, berkepribadian baik tapi 'menyeramkan'. Menyeramkannya di sini adalah pembawaan dia yang mirip hantu 'Sadako' dalam film The Ring, sehingga semua orang, kecuali yang dekat dengannya, akan ketakutan jika bertemu bahkan hanya bertatap mata dengannya. Nah, kisah cinta dua orang ini menjadi inti cerita dari manga Kimi ni Todoke di samping kisah lainnya.

Pada akhir September 2010 kemarin, Kimi ni Todoke live action-nya direalese dalam bentuk movie... Penasaran pengen segera nonton waktu itu. Tapi karena kesibukan dan akhirnya lupa, baru deh nonton kemarinan. Dan, dan... setelah nonton... perasaan apa ini?! Kenapa aku bahagia banget ya? Berasa sejuk, banyak angin, akhirnya masuk angin, loh loh... Pokoknya aku ngerasa Kazehaya bener-bener menyegarkan!

Film ini dibuka dengan pertunjukan orkestra dari ayah Sadako, eh bukan, ayahnya Sawako. Namun ayah Sawako pergi dari orkestranya! malah berlari menuju rumah sakit tempat istrinya yang sedang melahirkan Sawako. Dan, lahir lah Sawako. Maksud ayahnya menamai anaknya Sawako bukan berarti terinspirasi dengan hantu Sadako, tapi sawako, dengan penulisan yang sama dengan Sawayaka, memiliki arti anak yang menyegarkan. Namun dalam pertumbuhannya, dengan latar belakang ayahnya yang suka membacakan cerita hantu Tatami Room Child (hantu yang membuat orang bahagia), Sawako lebih mirip Sadako dibanding Sawayaka. Teman-temannya tidak ada yang mau dekat dengannya karena takut. Jika bertemu, semua orang langsung meminta maaf padanya. -,-"

Ketika berangkat sekolah SMA pada hari pertama, Sawako bertemu seorang cowok yang tersesat. Cowok itu memakai seragam yang sama. Maka, Sawako yang suka menolong dan berbuat baik setiap hari ini, memberi tahu arah ke sekolahnya. Dan cowok itu secara mengejutkan tidak takut pada Sawako! Malah tersenyum, menyentuh rambut Sawako, dan mengucapkan terima kasih. Ucapan terima kasih pertama dari orang lain. Itu benar-benar membuat Sawako bahagia dan mengagumi cowok itu. Ternyata mereka sekelas dan diketahui bernama Shota Kazehaya.

Kazehaya benar-benar orang yang supel, populer dan disukai banyak orang. Orang yang berada di sekitarnya pasti tertawa senang karena aura positifnya. Hal itu benar-benar membuat Sawako makin mengagumi dan terus menghormatinya. Berbeda dengan Sawako yang populer karena mitos yang beredar, bahwa jika kamu menatap mata Sawako selama 3 detik, maka petaka akan datang padamu. Seiring berjalannya waktu, Sawako mulai suka pada Kazehaya. Hal yang wajar mengingat betapa banyak penggemar Kazehaya. Namun tanpa disadari Sawako, Kazehaya sangat menyukai Sawako bahkan sejak awal bertemu!

Berkat Kazehaya (menurut pemikiran Sawako), Sawako mulai berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih bisa mengespresikan diri, berbicara dengan orang lain, bahkan mendapatkan teman! Adalah Chizuru Yoshida dan Ayane Yano, dua orang gadis yang menjadi teman sejati pertama Sawako. Selain itu ada Ryu Sanada, teman sejak kecil Chizuru. Chizuru, Ryu dan Kazehaya satu sekolah di SMP, sehingga mereka sudah akrab satu sama lain. Akhirnya terbentuk grup kecil. 

Ada banyak yang menyukai kazehaya, salah satunya adalah gadis cantik yang mengaku sebagai orang yang paling menyukai Kazehaya, Ume Kurumizawa atau Kurumi-chan, tidak ada yang boleh memanggilnya Ume. Dia tahu bahwa Kazehaya menyukai Sawako. Makanya Kurumi berteman dengan Sawako agar telihat citra baik di depan Kazehaya. Dia juga berencana merusak hubungan baik Sawako dengan teman-temannya, lewat rumor-rumor. Rumor pertama mengatakan bahwa jika Sawako terlalu dekat dengan Kazehaya, Chizuru dan Ayane, itu akan merusak citra mereka dan menurunkan popularitas kazehaya. Rumor kedua menjelek-jelekkan Chizuru dan Ayane. Bukan isi dari rumor itu yang menjadi hal utama bagi Chizuru dan Ayane, tapi kabar yang menyebarkan rumor adalah Sawako yang menjadi concern mereka. Mereka tidak percaya dan ingin meminta penjelasan dari Sawako. Namun Sawako terus menghindar karena takut merusak citra mereka. Huff~~... susah bener yah buat dapet temen... Berkat Kazehaya, akhinya Sawako berani mengutarakan pikiran dan isi hatinya pada kedua temannya itu.

Gagal sudah rencana pertama Kurumi. Maka dia membuat rencana baru. Saat festival olahraga di sekolah, Kurumi curhat dengan Sawako dan meminta bantuannya. Sawako sangat senang sekali. Ketika Kurumi meminta Sawako untuk membantunya mendapatkan Kazehaya, Sawako menolak. Menurutnya, Kazehaya adalah orang yang spesial... Kurumi lalu mangatakan, hal itu karena Sawako hanya dekat dengan Kazehaya saja dan tidak mengenal laki-laki lain. Kurumi mencoba menghasutnya dengan menyarankan untuk berbicara dengan Ryu.

Akhirnya Sawako bertemu dengan Ryu di gedung olahraga. Kazehaya memergokinya, secara spontan ia berlari dan membawa pergi Sawako. Apa yang terjadi berikutnya?

Yang sudah baca komiknya pasti tahu kelanjutannya. Film ini berkisah hanya hingga Kazehaya dan Sawako jadian. Walaupun dari segi cerita sama, namun untuk mencapai cerita itu banyak berbeda. Maksudnya adalah misalnya, ketika Ryu bertemu Sawako di dalam gedung olah raga, di komik, adegan itu tidak di dalam gedung, tapi di luar. Lalu adegan saat Sawako menjadi bahan untuk hukuman yang gagal saat uji keberanian, ketika Sawako pergi pulang sambil menangis, Kazehaya mengejarnya, tapi di komik, baru keesokan harinya Kazehaya menunggunya di tempat pertama kali mereka bertemu. Bahkan jalan cerita ketika mereka jadian pun berbeda. Tapi itu tidak merusak jalan cerita film ini.

Kimi ni Todoke merupakan film yang menyenangkan dan menyegarkan. Selain memang karena efek suka banget sama komiknya, faktor pemain juga mendukung. Adalah Haruma Miura yang memerankan karakter Shota kazehaya. Miura mampu membawa efek segar dan aura positif  Kazehaya. Berkat perannya sebagai Kazehaya, aku jadi sukkaaa sama dia. Sedangkan perannya di film-film lain, seperti Koizora dan Gokusen 3, aku tidak terlalu suka, karena apa yah... Menurutku Miura gak pantes jadi seperti berandalan gitu :'( . Di Kimi ni Todoke, Miura memakai make up yang cukup tebal menurutku, walaupun itu tidak terlalu kentara. Mungkin itu untuk menunjukkan kesegarannya dan terlihat lebih muda. Memang sempat terpikirkan bahwa wajah Miura agak terlalu tua untuk memerankan Kazehaya. Namun, kalau bukan Miura yang memerankannya, mungkin Kazehaya tidak akan se-'segar' ini di versi live action-nya.

Sedangkan pemeran Sawako Kuronuma adalah Mikako Tabe. Agak kurang cocok memerankan karakter Sawako menurutku, mungkin karena pipinya yang tembem -,-". Tapi dia membawakan karakter Sawako dengan baik, apalagi tatapan matanya yang tajam dan lancip plus rambutnya yang panjang berponi,hihiiii... mungkin inilah yang membuat dia terpilih memerankan Sawako. Sempat ada rumor yang beredar bahwa pemeran Sawako adalah Yui Aragaki, lawan main Miura dalam Koizora. Sayangnya Kuronuma di sini, lebih mudah menunjukkan wajah tersenyumnya, yang padahal di manga nya jarang terjadi.

Kedua temannya , Chizuru Yoshida diperankan oleh Misako Renbutsu, wajahnya cantik, melebihi pemeran wanita lainnya menurutku, dan cocok memerankan Chizuru, sayang dia kurang tinggi; sedangkan Ayane Yano diperankan Natsuna Watanabe dan dia juga cocok, fufufuu... Sedangkan Ryu Sanada diperankan Haru Aoyama, wajahnya masih terlalu imut memerankan Ryu yang kaku dan jarang senyum. Karakter Kurumi-chan diperankan oleh Mirei Kiritani. Cukup cocok apalagi gaya rambutnya yang sesuai dengan manganya. Lalu ada tokoh yang cukup sentral yaitu Pin, guru olahraga dan juga paman Kazehaya, diperankan oleh Arata. Di manga, Pin berambut jabrik, kocak dan garang, serta lebih muda. Sedangkan di versi live action ini, di tua dan kurang enerjik. jauh dari yang aku harapkan.

Secara keseluruhan film ini menghibur, bagus, namun kualitas gambarnya kurang, jalan ceritanya tidak ada masalah menurutku walau sedikit berbeda dengan manga, pemainnya bisa dapat chemistry dengan pemain lain, sayang, entah memang anak sekolahan Jepang seperti itu atau gimana, tapi rata-rata pemainnya memakai make-up tebal, kecuali pemeran Sawako. 

Berkat film ini, Haruma Miura menjadi aktor jepang nomor 1 di list ku, hohohohooo....


         berurutan dari kiri ke kanan: (baris pertama) orangtua Sawako, Pin, Kurumi-chan; (baris kedua) Sawako, Kazehaya, Joe-teman Kazehaya; (baris ketiga) Ayane, Chizuru, Ryu